Sistem Ketelusuran
Pengembangan dan uji coba sistem ketelusuran berbasis Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL).
RINTIK berjalan bersama Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal di Kalimantan Barat, membangun sistem ketelusuran yang menempatkan asal-usul, harga yang adil, dan praktik pengelolaan dalam satu catatan bersama — dimulai dari kakao, bersama petani dan koperasi.
Berdiri
Desa pilot, tahun pertama
Provinsi
RINTIK — Rantai Telisik Komunitas — didirikan tahun 2026 di Pontianak, Kalimantan Barat. Kami bekerja bersama Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL) yang mengelola sumber daya alam di wilayahnya sendiri, namun kerap berada pada posisi tawar paling lemah: harga ditentukan jauh dari kebun, klaim keberlanjutan tidak bisa diverifikasi, dan hak atas tanah, data, serta identitas budaya rentan terpinggirkan.
Kami memadukan pengorganisasian komunitas dengan sistem ketelusuran yang kami bangun sendiri, sehingga asal-usul, harga, dan praktik pengelolaan tercatat dalam satu rujukan bersama. Kakao di Kalimantan Barat adalah komoditas pertama tempat pendekatan ini kami uji bersama petani, koperasi, dan kelembagaan ekonomi desa.
Mewujudkan kemandirian Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL) dalam pengelolaan SDA berbasis kearifan lokal dan prinsip keberlanjutan melalui sistem ketelusuran yang adil, transparan dan partisipatif serta berpihak pada kepentingan orang banyak untuk generasi mendatang.
Membangun dan memperkuat sistem ketelusuran yang berpihak pada Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL) secara adil, transparan, dan partisipatif.
Meningkatkan kapasitas Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL) untuk mengelola SDA secara mandiri dan berkelanjutan, berbasis pengetahuan lokal dan nilai budaya.
Melindungi hak-hak komunitas atas tanah, data, hasil bumi, identitas budaya, dan wilayah kelola secara berdaulat.
Mendorong keadilan sosial-ekonomi-ekologi melalui model ekonomi alternatif yang antikolonial dan anti-eksploitatif.
Meningkatkan partisipasi bermakna dari perempuan, pemuda, difabel, minoritas, dan kelompok rentan lainnya dalam seluruh proses pembangunan di Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL).
Membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak (negara, masyarakat sipil, sektor usaha, cendekia dan media) untuk memperkuat posisi tawar Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL) dalam pengambilan keputusan.
Enam lini kerja yang menerjemahkan visi dan misi RINTIK menjadi kegiatan di lapangan bersama Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal.
Pengembangan dan uji coba sistem ketelusuran berbasis Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL).
Pelatihan dan pendampingan teknis terkait pengelolaan SDA berbasis adat dan prinsip keberlanjutan.
Advokasi dan perlindungan hak Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL) melalui pemetaan partisipatif, dokumentasi budaya, dan fasilitasi hukum.
Peningkatan kapasitas ekonomi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL), termasuk dukungan terhadap produksi, pascapanen, dan pemasaran produk.
Pendidikan politik Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL), khususnya untuk perempuan dan pemuda, untuk memperkuat keterlibatan dalam pengambilan keputusan.
Pembangunan jaringan dan forum kolaboratif antara Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL), pemerintah, masyarakat sipil, sektor usaha, cendekia dan media.
Kami tidak sekadar menerapkan teknologi — kami membangun relasi, mentransfer pengetahuan, dan terus berjalan bersama komunitas jauh setelah penerapan pertama.
Telusuri Program KamiEnam capaian yang menjadi ukuran keberhasilan kerja RINTIK bersama Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal.
Terciptanya sistem ketelusuran komunitas yang diakui secara luas dan digunakan dalam rantai pasok berkelanjutan.
Meningkatnya kapasitas dan kemandirian Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL) dalam mengelola SDA berbasis kearifan lokal.
Terjaminnya perlindungan hak atas tanah, data, dan budaya Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL) melalui instrumen hukum dan praktik kelembagaan.
Terbangunnya alternatif ekonomi yang adil dan lestari sebagai respon terhadap dominasi ekonomi ekstraktif.
Meningkatnya keterlibatan kelompok rentan dalam seluruh aspek pengambilan keputusan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL).
Terjalinnya kemitraan lintas sektor untuk mendukung keberlanjutan gerakan kedaulatan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL).
Seluruh rencana kerja RINTIK bermuara pada dua hal: penghidupan yang berdaulat, dan ruang hidup yang terjaga bagi generasi berikutnya.
RINTIK mendorong terbentuknya sistem ekonomi yang adil dan mandiri di tingkat komunitas, terutama bagi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal. Dengan mengembangkan usaha berbasis potensi wilayah adat yang telah diakui secara hukum, RINTIK ingin menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan tanpa mengorbankan lingkungan dan budaya. Sistem produksi dan distribusi dikelola langsung oleh komunitas agar lebih berdaya dan diakui di tingkat nasional maupun internasional.
RINTIK berkomitmen menjaga wilayah adat dari ancaman perampasan tanah dan aktivitas industri yang merusak. Selain itu, RINTIK juga mendorong tumbuhnya generasi muda yang memahami hak-hak mereka, mencintai identitas budaya, dan peduli pada kelestarian alam. Melalui kerja kolaboratif dan pendidikan komunitas, RINTIK ingin memperkuat posisi masyarakat dalam mengelola dan mempertahankan ruang hidupnya.
RINTIK berdiri tahun 2026, jadi angka di bawah ini adalah target dan komitmen yang membentuk tahun pertama kami — bukan klaim historis.
Tahun berdiri
Desa pilot, tahun pertama
Pilar yang menuntun setiap program
Kompromi atas transparansi
Setiap kilogram dalam rantai pasok membawa ceritanya sendiri. Ketuk satu tahap untuk melihat apa yang kami catat, siapa yang bisa melihat, dan mengapa itu penting.
Tahap 1 dari 6
Rantai pasok dimulai dari plot yang dikenal, milik petani yang dikenal.
Lokasi plot, profil petani, dan praktik di kebun dicatat bersama — sehingga asal-usul bisa diperiksa, bukan sekadar diklaim.
Platform ketertelusuran kami sedang diterapkan di desa pilot pertama tahun ini. Jika Anda ingin melihat langsung bersama kami, kami senang berdiskusi.
Hubungi KamiKerja kami berdiri di atas tiga pilar yang saling terhubung. Kami memulai dari komunitas pilot pertama di Kalimantan, dan pendekatan ini terbuka untuk berbagai komoditas seiring kami bertumbuh.
Memakai dan mengembangkan platform ketertelusuran kami sendiri agar setiap kilogram dalam rantai pasok membawa jejak asalnya — dari plot tertentu, melalui panen, penanganan pascapanen, hingga pengiriman — terlihat oleh petani, koperasi, dan pembeli sekaligus.
Pelatihan praktis, pengorganisasian koperasi, dan literasi finansial bersama keluarga petani — agar orang-orang yang paling dekat dengan tanah juga memegang pengetahuan dan posisi tawar atas hasilnya.
Pilot agroforestri, akses pasar yang adil, dan premium harga untuk praktik baik yang terverifikasi — membangun model bisnis komunitas yang sehat secara ekologi dan adil secara ekonomi.
“Hasil panen dari Kalimantan melewati banyak tangan yang tak pernah ditemui petaninya. Kami ingin mengubah itu — bukan dengan satu laporan lagi, melainkan dengan catatan yang bisa dibaca semua pihak dalam rantai pasok.”

Yeremias
Founder, RINTIK
“Pemberdayaan tanpa ekonomi adalah pelatihan yang dilupakan seminggu kemudian. RINTIK memulai dari ketertelusuran agar percakapan berikutnya tentang harga yang adil, bukan tentang berkas.”

Yoshyro Adiguna
Founder, RINTIK
“Kalau pembeli bisa benar-benar melihat bagaimana kami merawat lahan, agroforestri berhenti jadi pengorbanan dan mulai jadi cerita yang bisa kami jual. Itu yang kami harap kami bangun bersama RINTIK.”

M.P Pentadakosta
Founder, RINTIK
RINTIK diluncurkan tahun 2026 dengan tim pendiri yang ramping. Nama-nama di bawah masih placeholder untuk peran-peran yang sedang kami isi — bio lengkap akan dipublikasikan begitu tim resmi bergabung.

Yeremias
Founder

Yoshyro Adiguna
Founder

M.P Pentadakosta
Founder
RINTIK baru saja dimulai. Ada beberapa cara untuk berjalan bersama kami — sebagai pendukung, mitra, atau relawan.
Kontribusi sekali atau berkala membantu kami merangkul koperasi pertama, menerapkan platform ketertelusuran, dan menyemai plot agroforestri.
Beri KontribusiAnda dari koperasi, pembeli, atau organisasi yang menghargai sumber yang transparan? Mari rancang sesuatu bersama.
Jadi MitraBagikan keahlian Anda di teknologi, agronomi, keuangan, atau komunikasi untuk membantu kerja tahun pertama kami di Kalimantan Barat.
Bergabung dengan TimBerlangganan kabar dari tahun pendirian kami — program, laporan dampak, dan cara terlibat.
Kami menghormati privasi Anda. Berhenti berlangganan kapan saja.
Tim pendiri kami kecil, dan kami membaca setiap pesan. Kami berusaha membalas dalam 1–2 hari kerja.
Hubungi KamiKabar, refleksi, dan catatan lapangan dari bulan-bulan pertama RINTIK di Kalimantan Barat.
Kakao & HilirisasiDalam Temu Kemitraan Desa Kalimantan Barat 2026, RINTIK menegaskan bahwa hilirisasi kakao harus dimulai dari hulu — budidaya, tata kelola, kelembagaan dan rantai pasok.
KetertelusuranBersama Kalara Borneo, RINTIK mendorong ketertelusuran kakao sebagai pintu masuk menuju rantai pasok yang transparan dan harga yang lebih adil bagi petani kecil.
KetertelusuranCatatan panen, pascapanen, dan pengiriman kini tercatat utuh di pilot pertama kami — terbuka bagi petani sekaligus pembeli.
PengumumanRantai Telisik Komunitas membuka kerjanya di tahun 2026 dengan tiga pilar pendiri: ketertelusuran rantai pasok, pemberdayaan komunitas, dan ekonomi berkelanjutan.
Baik Anda dari koperasi, pembeli, peneliti, maupun lembaga nirlaba lain, tim pendiri kami akan membalas dalam 1–2 hari kerja.
Kantor Pusat
Jalan Tekam, Gang Abdullah, RT 000 / RW 000, Kelurahan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
Telepon / WhatsApp
0878-9532-6986